๐ฌ Praktikum Lensa Tipis
1. Area Simulasi Interaktif โ Bangku Optik
Geser benda, lensa, dan layar secara langsung pada bangku optik (klik & drag). Amati pembentukan bayangan dan jalannya 3 sinar istimewa.
2. Tabel Data Pengamatan
| No | Mode | Jenis Lensa | s (cm) | s' (cm) | h (cm) | h' (cm) | f (cm) | m | Sifat |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum ada data. Klik "Catat Data" setelah mengatur posisi. | |||||||||
๐ก Tip: Untuk metode Bessel, catat 2 posisi lensa berbeda yang menghasilkan bayangan tajam pada jarak benda-layar (L) yang sama.
3. Petunjuk Penggunaan
- Pilih jenis lensa pada dropdown (Biconvex, Cembung-Datar, atau Negatif).
- Pilih mode percobaan: Cara Biasa, Cara Bessel, atau Lensa Gabungan.
- Geser benda (anak panah kuning), lensa, dan layar (putih) dengan klik & drag pada bangku optik.
- Amati bayangan yang terbentuk di layar. Jika bayangan tajam, artinya layar berada tepat di posisi bayangan.
- Perhatikan 3 sinar istimewa:
- Sinar sejajar sumbu utama โ dibiaskan melalui fokus
- Sinar melalui pusat optik โ diteruskan lurus
- Sinar melalui fokus depan โ dibiaskan sejajar sumbu utama
- Atur tinggi benda dengan slider untuk mengamati perbesaran.
- Klik "Catat Data" untuk menyimpan hasil pengukuran ke tabel.
- Untuk metode Bessel: catat 2 posisi lensa berbeda dengan L tetap, lalu klik "Hitung f (Bessel)".
Rumus Lensa Tipis: 1/f = 1/s + 1/s' โข Perbesaran: m = h'/h = โs'/s โข Metode Bessel: f = (Lยฒ โ eยฒ) / (4L)
4. Teori / Dasar Hukum
Pengenalan: Lensa Tipis
Lensa tipis adalah benda bening (biasanya kaca atau plastik) yang dibatasi oleh dua permukaan lengkung (atau satu lengkung dan satu datar) dengan ketebalan yang dapat diabaikan dibandingkan dengan jari-jari kelengkungannya. Lensa bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya (Hukum Snellius). Ketika cahaya melewati lensa, arah rambatnya dibelokkan sehingga terbentuk bayangan benda.
Jenis-Jenis Lensa
Lensa Positif (Konvergen/Convex): bagian tengah lebih tebal daripada tepi, mengumpulkan berkas cahaya sejajar ke satu titik fokus. Contoh: biconvex (cembung-cembung), plano-convex (cembung-datar), concavo-convex (meniskus cembung).
Lensa Negatif (Divergen/Concave): bagian tengah lebih tipis daripada tepi, menyebarkan berkas cahaya sejajar sehingga seolah-olah berasal dari satu titik fokus maya. Contoh: biconcave (cekung-cekung), plano-concave (cekung-datar).
Pembentukan Bayangan
Bayangan dibentuk oleh perpotongan sinar-sinar istimewa:
- Sinar datang sejajar sumbu utama โ dibiaskan melalui titik fokus (F) di belakang lensa.
- Sinar melalui pusat optik lensa (O) โ diteruskan lurus tanpa dibiaskan.
- Sinar melalui titik fokus depan (F') โ dibiaskan sejajar sumbu utama.
Persamaan Lensa Tipis
1/f = 1/s + 1/s' โข m = h'/h = โs'/s
dengan: f = jarak fokus, s = jarak benda, s' = jarak bayangan, h = tinggi benda, h' = tinggi bayangan, m = perbesaran. Tanda negatif pada m menunjukkan bayangan terbalik (nyata).
Metode Bessel
Metode Bessel digunakan untuk menentukan jarak fokus lensa positif tanpa perlu mengetahui posisi pusat optik lensa. Dengan menjaga jarak benda ke layar (L) tetap dan L > 4f, lensa digeser hingga diperoleh dua posisi yang menghasilkan bayangan tajam. Jika jarak antara kedua posisi lensa adalah e, maka:
f = (Lยฒ โ eยฒ) / (4L)
Tujuan Praktikum
- Memahami dasar-dasar sistem lensa dan jenis-jenisnya.
- Mengamati jalannya sinar istimewa dan pembentukan bayangan oleh lensa tipis.
- Menentukan jarak titik fokus lensa (positif, negatif, dan gabungan) secara eksperimen.
5. Sesi Kuis Interaktif (20 Soal)
Soal 1 / 20 โ Skor: 0
🔑 Daftar Praktikum:
- Bidang Miring Galileo
- Deret Balmer
- Difraksi
- Difraksi Cahaya
- Efek Doppler
- Function Generator
- Gerak Jatuh Bebas
- Hukum Kirchoff
- Hukum Ohm
- Indeks Bias Larutan
- Induksi Magnet
- Interferensi
- Interferometer Michelson
- Jembatan Wheatstone
- Kalor Jenis
- Koefisien Muai Panjang
- Konstanta Joule
- Kundt Tube
- Lensa Tipis
- Medan Magnet
- Milikan
- Modulus Elastisitas
- Momen Inersia
- Radiasi Alfa
- Radiasi Gamma
- Refleksi
- Resonansi Bunyi
- Resonansi LRC
- Sistem Pegas
- Tetapan Planck
- Tumbukan
- Viskositas Zat Cair
